Langsung ke konten utama

Contoh deskripsi dengan pengembangan observasi menurut spasi dan waktu

 


Pasar Tradisional


Pukul tujuh, tepat di pagi hari dengan udara yang masih sejuk, Ayam yang sudah berkokok, banyak burung-burung terbang dan berkicauan, dan langit sedikit mendung sehingga tidak terlalu memancarkan sinar Matahari yang Bisa membuat badan terasa lebih hangat dan sehat. Pagi ini terasa begitu indah walaupun dengan keadaan alam yang kurang mendukung, dan aku merasakan bahwa indahnya pagi di hari ini tidak seperti di pagi-pagi yang sebelumnya

Sekarang ini aku berada di tengah keramaian yang biasa bertemunya antara penjual dan pembeli yang sedang bertransaksi melakukan penjualan. Banyak sekali para pedagang menawarkan barang dagangannya kepada pembeli agar pembeli minat dengan apa yang dijual oleh pedagang tersebut. Ada para ibu-ibu yang sedang asyik mengobrol menyapa kepada orang yang dikenalnya, ada juga suara tangisan anak kecil yang menangis karena meminta dibelikan mainan oleh ibunya. 

Ada pedagang yang selalu mengeluarkan jurus-jurus gombalan atau rayuan yang ampuh kepada pembeli agar pembeli tertarik sehingga ingin membeli barang dagangan mereka. Saat ini disebelahku terdengar suara ibu-ibu yang sedang menawar baju dan celana. Ibu itu membawa tas berisikan ikan, sayur-sayuran, tempe yang baru saja dia beli di pedagang yang ada di pasar tradisional.

Disekelilingku juga terdengar bunyi suara terompet mainan anak-anak. Penjual mainan anak-anak itu berkeliling mengelilingi pasar tradisional tersebut untuk menjual barang dagangannya. Penjual itu mampu mengundang para anak kecil untuk datang dan membeli mainan yang dijualnya, mereka lalu meminta ibunya uang, lalu ibunya menyodorkan uang yang diambil dari dompetnya.

Suara keramaian di pasar tradisional semakin siang semakin ramai saja. Satu demi satu para ibu-ibu dan yang berkepentingan untuk berbelanja di pasar tradisional mulai berdatangan. Pasar pun seketika berubah menjadi tempat yang sempit yang orang ingin lewat saja harus berdesakan terlebih dahulu 

Waktu pun terus berjalan, sebentar lagi waktu menunjukkan pukul dua belas siang dan pasar tradisional pun akan segera tutup. Pasar pun sudah sepi karena para pembeli sudah pulang ke rumahnya masing-masing. Satu persatu para pedagang membersihkan dan merapikan kios-kiosnya, sebagian para pedagang sudah lebih dulu membereskan kiosnya dan mereka pulang dengan wajah yang sangat gembira karena bisa mendapatkan uang yang lumayan banyak. Tepat pukul satu para penjual yang sibuk membereskan kiosnya tersebut sudah meninggalkan pasar, yang tersisa hanyalah petugas kebersihan pasar yang bertugas sebagai membersihkan tempat dan area di pasar tradisional. Aku pun berjalan pulang menuju rumah, sementara pasar itu akan kembali menjadi tempat sunyi dan sepi sepanjang jam satu siang sampai pagi tiba

Komentar